Selasa, 31 Januari 2012

MERENSESIKAN CERPEN


GILA BOLA
    Bobo merupakan salah satu anak yang sangat menggemari permainan sepak bola. Bobo sangat menggemari pemain sepak bola yang pintar mengotak-atik bola. Bobo juga anak yang aktif dalam mengikuti latihan ataupun pertandingan sepak bola. Bobo juga keturunan darah sepak bola, kakeknya adalah pemain yang hebat yang masuk tim inti sepak bola di daerahnya. Bobo juga pingin menjadi pemain hebat seperti kakeknya tersebut. Pada saat itu pula Bobo berpikiran dengan cara apa dia supaya jago dalam bermain bola, karena orang bisa jadi pemain yang jago apabila ia di didik dari mulai kecil apa itu permainan sepak bola.
    Pendidikan usia dini sangat penting dalam bermain bola, maka dari itu Bobo pingin masuk sekolah pelatihan sepak bola. Bobo pada saat itu juga meminta izin kepada Ayahnya untuk ikut sekolah pelatihan sepak bola, tapi sayangnya sama Ayahnya tidak dibolehin.
    Bobopun pada saat itu merasa kesal kepada sang Ayah karena tidak diperbolehkan mengikuti pelatihan sepak bola. Dengan perasaan kecewa, Bobo lantas mengambil bola dan memainkannya di halaman rumahnya yang tidak begitu luas, sampai-sampai pohon mangga yang berbuah di halaman rumahnya jatuh semua karena terkena bola yang ditendang Bobo. Bobopun bercita-cita ingin menjadi pemain sepak bola yang jago dan terkenal.
    Ibu Bobo yang semulanya lagi bekerja akhirnya datang juga. Ibu Bobo langsung membereskan semua pakaiannya dan menghampiri si Bobo. Ibu Bobo nampaknya senang sekali pada saat itu setelah melihat Bobo dengan seriusnya berlatih bola. Ibu bobo juga menyarankan supaya Bobo ikut pelatihan sepak bola namun harus dengan izin sang Ayah.
     Bobo yang pada saat itu belum mendapat izin dari sang Ayah, berfikir kenapa Ayahnya enggak membolehkan dia dalam mengikuti pelatihan sepak bola, Kakeknya saja dulu mantan pemainnya tim sepak bola yang ada di daerahnya. Dengan befikirnya seperti itu, Bobo lantas tidak sabar lagi untuk menanyakan hal tersebut dengan Ayahnya. Tanpa berfikir lama Bobopun langsung mengakhiri latihannya dan bergegas mandi.
   
    Pada saat itu Ayah Bobo sedang duduk santai di halaman rumahnya. Bobo yang sudah mandi itupun langsung menemui Ayahnya dan menanyakan kenapa Bobo enggak dibolehin ikut pelatihan sepak bola. Bobo menanyakan dengan halus kepada Ayahnya. Ayah Bobopun menceritakan kepada si Bobo mengapa Bobo tidak dibolehin ikut sama Ayahnya, ternyata Ayah Bobo tidak pingin melihat Bobo mengalami kejadian yang sama seperti Ayahnya. Dulu Ayah Bobo juga suka main sepak bola, malah Ayah  Bobo hampir saja menjadi pemain inti di klub daerahnya. Tapi, pada waktu itu juga Ayah  Bobo kehilangan moment indah seperti itu karena pada saat itu Ayah Bobo mengalami cedera yang cukup parah pada pergelangan kaki yang harus beristirahat selama 1 musim.
    Bobopun baru tahu kalau Ayahnya dulu pemain bola, karena semenjak dulu Ayahnya tidak pernah cerita kepada si Bobo. Setelah Bobo berbicara dengan si Ayahnya, Ayah Bobo akhirnya mengizinkan Bobo untuk ikut sekolah pelatihan sepak bola tapi dengan satu syarat untuk bermain yang hati-hati.
    Bobo merasa senang sekali pada saat itu. Bobopun langsung menemui Mamanya untuk menceritakan semua apa yang telah dibicarakan Ayahnya. Bobopun menceritakan panjang lebar kepada Mamanya. Ibu Bobopun berniat mendaftarkan Bobo pada sekolah pelatihan sepak bola yang ada di daerahnya.
    Ternyata usut demi usut, Bobo merupakan titisan pemain sepak bola handal yang berawal dari Kakeknya. Bobopun juga baru tahu kalau sang Ayah juga pemain sepak bola yang handal walaupun sedikit lagi menjadi pemain inti di klub yang ada di daerahnya.
    Dengan ini juga Bobo senang, karena keinginannya telah mendapat izin dari kedua orang tuanya. Kini dihatinya tertanam keinginan untuk lebih dalam lagi mempelajari permainan sepak bola dengan tidak melupakan pelajarannya. Dengan berlatih keras Bobo juga bisa menjadi pemain sepak bola yang jago dan terkenal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar