GILA BOLA
Bobo
merupakan salah satu anak yang sangat menggemari permainan sepak bola. Bobo
sangat menggemari pemain sepak bola yang pintar mengotak-atik bola. Bobo juga
anak yang aktif dalam mengikuti latihan ataupun pertandingan sepak bola. Bobo
juga keturunan darah sepak bola, kakeknya adalah pemain yang hebat yang masuk
tim inti sepak bola di daerahnya. Bobo juga pingin menjadi pemain hebat seperti
kakeknya tersebut. Pada saat itu pula Bobo berpikiran dengan cara apa dia
supaya jago dalam bermain bola, karena orang bisa jadi pemain yang jago apabila
ia di didik dari mulai kecil apa itu permainan sepak bola.
Pendidikan
usia dini sangat penting dalam bermain bola, maka dari itu Bobo pingin masuk
sekolah pelatihan sepak bola. Bobo pada saat itu juga meminta izin kepada
Ayahnya untuk ikut sekolah pelatihan sepak bola, tapi sayangnya sama Ayahnya
tidak dibolehin.
Bobopun pada saat itu merasa kesal kepada sang Ayah karena tidak
diperbolehkan mengikuti pelatihan sepak bola. Dengan perasaan kecewa, Bobo
lantas mengambil bola dan memainkannya di halaman rumahnya yang tidak begitu
luas, sampai-sampai pohon mangga yang berbuah di halaman rumahnya jatuh semua
karena terkena bola yang ditendang Bobo. Bobopun bercita-cita ingin menjadi
pemain sepak bola yang jago dan terkenal.
Ibu
Bobo yang semulanya lagi bekerja akhirnya datang juga. Ibu Bobo langsung
membereskan semua pakaiannya dan menghampiri si Bobo. Ibu Bobo nampaknya senang
sekali pada saat itu setelah melihat Bobo dengan seriusnya berlatih bola. Ibu
bobo juga menyarankan supaya Bobo ikut pelatihan sepak bola namun harus dengan
izin sang Ayah.
Bobo yang pada saat itu belum
mendapat izin dari sang Ayah, berfikir kenapa Ayahnya enggak membolehkan dia
dalam mengikuti pelatihan sepak bola, Kakeknya saja dulu mantan pemainnya tim
sepak bola yang ada di daerahnya. Dengan befikirnya seperti itu, Bobo lantas
tidak sabar lagi untuk menanyakan hal tersebut dengan Ayahnya. Tanpa berfikir
lama Bobopun langsung mengakhiri latihannya dan bergegas mandi.
Pada saat itu Ayah Bobo sedang duduk santai di halaman rumahnya. Bobo
yang sudah mandi itupun langsung menemui Ayahnya dan menanyakan kenapa Bobo
enggak dibolehin ikut pelatihan sepak bola. Bobo menanyakan dengan halus kepada
Ayahnya. Ayah Bobopun menceritakan kepada si Bobo mengapa Bobo tidak dibolehin
ikut sama Ayahnya, ternyata Ayah Bobo tidak pingin melihat Bobo mengalami
kejadian yang sama seperti Ayahnya. Dulu Ayah Bobo juga suka main sepak bola,
malah Ayah Bobo hampir saja menjadi pemain
inti di klub daerahnya. Tapi, pada waktu itu juga Ayah Bobo kehilangan moment indah seperti itu
karena pada saat itu Ayah Bobo mengalami cedera yang cukup parah pada
pergelangan kaki yang harus beristirahat selama 1 musim.
Bobopun baru tahu kalau Ayahnya dulu pemain bola, karena semenjak dulu
Ayahnya tidak pernah cerita kepada si Bobo. Setelah Bobo berbicara dengan si
Ayahnya, Ayah Bobo akhirnya mengizinkan Bobo untuk ikut sekolah pelatihan sepak
bola tapi dengan satu syarat untuk bermain yang hati-hati.
Bobo merasa senang sekali pada saat itu.
Bobopun langsung menemui Mamanya untuk menceritakan semua apa yang telah
dibicarakan Ayahnya. Bobopun menceritakan panjang lebar kepada Mamanya. Ibu Bobopun
berniat mendaftarkan Bobo pada sekolah pelatihan sepak bola yang ada di
daerahnya.
Ternyata usut demi usut, Bobo merupakan titisan pemain sepak bola handal
yang berawal dari Kakeknya. Bobopun juga baru tahu kalau sang Ayah juga pemain
sepak bola yang handal walaupun sedikit lagi menjadi pemain inti di klub yang
ada di daerahnya.
Dengan ini juga Bobo senang, karena keinginannya telah mendapat izin
dari kedua orang tuanya. Kini dihatinya tertanam keinginan untuk lebih dalam
lagi mempelajari permainan sepak bola dengan tidak melupakan pelajarannya.
Dengan berlatih keras Bobo juga bisa menjadi pemain sepak bola yang jago dan
terkenal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar