|
|
|
Pengolahan Minyak Bumi
|
|
Minyak bumi
diperoleh dengan jalan pengeboran daerah antiklinal baik di darat maupun di
lepas pantai. Pengeboran kadang-kadang mencapai kedalaman 3 km atau lebih.
Di Indonesia, minyak
bumi terdapat dalam lapisan-lapisan sedimen tersier yang terbentuk antara
600 ribu sampai 70 juta tahun yang lalu. Lapisan ini terdapat di sepanjang
pulau Sumatra bagian timur, pulau Jawa bagian utara, Kalimantan bagian
timur, dan daerah kepala burung di Papua. Meskipun telah dieksploitasi
selama hampir 2 abad, ternyata baru 30 cekungan yang telah dieksploitasi
dan umumnya berada di wilayah barat Indonesia.
|
Sementara itu,
30 cekungan lagi di wilayah Timur Indonesia belum dieksploitasi.
Minyak mentah
yang baru dihasilkan masih berupa campuran dan belum dapat dimanfaatkan
dan harus dilakukan
pengolahan lebih lanjut. Pengolahan tersebut pada prinsipnya adalah memisahkan
(memurnikan) komponen-komponen penyusun minyak bumi. Proses pemisahan komponen-komponen minyak bumi
dilakukan di pabrik kilang minyak (refineries).
Pada umumnya proses pengolahan minyak bumi melalui 2
tahap yaitu desalting dan distilasi.
a.
Desalting
Minyak mentah (crude oil), selain mengandung
kotoran juga mengandung zat-zat mineral yang larut dalam air. Proses
penghilangan kotoran disebut desalting atau penghilangan garam.
Desalting dilakukan dengan cara mencampur minyak mentah dengan air sehingga
mineral-mineral akan terlarut dalam air. Untuk meghilangkan senyawa-senyawa
nonhidrokarbon, ke dalam minyak mentah ditambah dengan asam dan basa.
Proses desalting dilakukan untuk mencegah korosi
pipa-pipa minyak dan mencegah tersumbatnya lubang-lubang di menara fraksinasi.
Setelah minyak mentah mengalami proses desalting, selanjutnya minyak mentah
dialirkan ke tangki pemanas untuk menguapkan minyak mentah dan kemudian uap
minyak mentah dialirkan dalam menara fraksinasi (menara distilasi).
b.
Destilasi
Setelah zat-zat bukan hirokarbon dipisahkan, minyak
mentah diolah dengan distilasi (penyulingan) bertingkat. Destilasi adalah cara pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih dari
berbagai komponen yang menyusun campuran tersebut. Karena isomer-isomer
hidrokarbon mempunyai titik didih yang berdekatan. Fraksi-fraksi tersebut
berupa campuran hidrokarbon yang mendidih pada trayek suhu tertentu. Distilasi
dilakukan dalam kolom atau menara distilasi. Dalam menara distilasi terdapat
pelat-pelat dengan jarak tertentu yang mempunyai sejumlah sungkup gelembung
udara (bubble caps).
Proses dalam menara distilasi dimulai dengan
memompakan minyak mentah yang telah dipanaskan sampai suhu 350ºC ke dalam
menara distilasi. Di dalam menara sebagian minyak akan menguap dan bergerak
melalui bubble caps, sebagian uap akan mencair dan mengalir melalui
pelat sehingga terpisah dari fraksi lain. Uap yang tidak mencair akan akan
terus naik dan lama-kelamaan akan mencair sedikit demi sedikit sesuai dengan
titik didihnya pada pelat-pelat yang ada di atasnya. Selanjutnya, akan
diperoleh fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan titik didihnya.
Jadi uap minyak yang titik didihnya lebih tinggi akan mengembun pada
pelat pengembunan yang lebih rendah, sedangkan fraksi minyak bumi yang titik
didihnya lebih rendah akan mengembun pada pelat pengembunan di bagian atas.
a. Reforming adalah suatu proses peningkatan mutu bensin dengan
merubah bentuk struktur dari rantai karbon lurus menjadi bercabang,
dengan menggunakan katalis
b. Polimerisasi adalah suatu proses penggabungan molekul-molekul
sederhana menjadi molekul-molekul yang lebih kompleks
c. Treating adalah suatu proses penghilangan pengotor pada minyak bumi
Tahap-tahap treating
sebagai berikut :
1. Cooper sweetening yaitu proses menghilangkan pengotor yang berbau tidak
sedap.
2. Acid treatment yaitu proses menghilangkan lumpur.
3. Desulfuring yaitu proses menghilangkan unsur belerang. Dalam
bahan bakar, unsur belerang harus dihilangkan karena pada proses pembakaran
bahan bakar, belerang akan teroksidasi menjadi oksida belerang (SOx) yang dapat
menyebabkan hujan asam
d. Blending, yaitu proses penambahan zat aditif
Contoh: Penambahan TEL (tetra
ethyl lead) pada bensin
Berikut ini fraksi-fraksi minyak bumi yang banyak dimanfaatkan sebagai
bahan bakar maupun sebagai bahan dasar industri petrokimia.
|
Fraksi
|
Titik Didih
(ºC)
|
Jumlah Atom C
|
Manfaat
|
|
LPG Bensin Natta Kerosin Solar Minyak pelumas Residu
|
-40–(-160) 35–75 70 – 170 170 – 250
250 – 340
350 – 500
> 500
|
1 – 4
5 – 10
8 – 12
10 – 14
15 – 25
19 – 35
>70
|
Bahan bakar rumah tangga
Bahan bakar kendaraan
Bahan baku industri kimia (petrokimia)
Bahan bakar pesawat, kompor
Bahan bakar mesin diesel
Pelumas, lilin
Aspal
|
mancazp...
BalasHapus